KIDUNG CHRISTINA
Merebak dalam diam adalah air mataku
Mengapa harsaku sirna seketika
Akaranya terlihat dengan amat jelas
Adorasinya melawan benawat Buana
Atmanya sungguh tegar
Sayup-sayup eligi menggema
Ia kembali
Setangkai mawar putih ditangannya
Ambunya merebak rongga hidungku
Ia terlalu cantik untuk dilewatkan
Begitu Anindita
Seruling mungil ditangannya
Melantunkan melodi-melodi indah
Menyayat hati
Aku rindu suaranya
Christina
Aku ingin engkau kembali
Kembali bersyair lagi
Melantunkan eligi rindu
Aku ingin semuanya terulang lagi
Kukecup pucuk mawar putih mu
Yang kini hampir layu
Gubuk ini
Menandakan rinduku yang terpendam
Christina, lantunkan lagi eligimu
Ku menanti