Indeks

Ekonomi Indonesia di Persimpangan: Stabil atau Menuju Krisis?

Pemerintah, legislator, dan para ekonom sepakat bahwa aktivitas ekonomi dalam negeri tetap stabil, meskipun berbagai negara menghadapi risiko resesi tinggi

Ilustrasi suasana saat belanja (Abdul Fatah/ambon.antaranews.com)

Deflasi ini disebabkan oleh penurunan impor barang konsumsi pada Februari 2025 yang hanya mencapai US$ 1,47 miliar, turun 10,61% dibandingkan Januari 2025 dan anjlok 21,05% dibandingkan Februari 2024. Penurunan ini memicu kekhawatiran akan melemahnya permintaan domestik.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, menilai bahwa penurunan impor mencerminkan melemahnya daya beli masyarakat. “Artinya, terkonfirmasi bahwa daya beli masyarakat sedang turun sehingga permintaan impor menurun, dan harga makanan serta minuman pun ikut turun,” jelasnya.

Indonesia: Stabil atau Krisis?

Meskipun Indonesia masih menunjukkan ketahanan ekonomi, berbagai indikator mengisyaratkan perlunya kewaspadaan lebih lanjut. Risiko eksternal seperti ketidakpastian perdagangan global dan pelemahan permintaan domestik dapat menjadi tantangan serius bagi perekonomian nasional. Oleh karena itu, kebijakan yang tepat dalam menjaga daya beli masyarakat dan memperkuat ketahanan ekonomi menjadi kunci utama dalam menghadapi persimpangan ini

Sumber: Arrijal Rachman-CNBC Indonesia, dengan judul Banyak yang Was-was, Begini Kondisi Terkini Ekonomi Indonesia, 24/03/2025)

Exit mobile version