Prapaskah. III
(Cabiklah JubahKu)
Sudah tuju puluh kali mereka melempariku dengan batu dan kekejian kata.
Aku menangis sendu pada kaki mesbah Bapaku. Ampun.
Lihatlah. Mereka menatapku penuh sesal. Ingi mencabik jubahKu untuk menutup sesal mereka. Aku terjatuh, tersungkur yang ketigakalinya.
Langit hampir gelap. Amukan batu dan lahar dari gunung mereka sembah, terciut rantingKu patah.
Setiap tetesan pedih yang keluar dari tubuhKu, mereka tertawa lalu pergi.
Golo Curu, 2025