Coretan Sepi
Adinda
Ditepi Lembaran putih ini
Aku meratap sajak-sajakmu
Yang kemarin dulu engkau tulis
Sambil meratap dalam diam
Kudekap segala rindu
Yang kian membancang pelukanku
Aku terperangah
Aku menyibak tirai rindu
Terkuak segala asrarku
Enyah seketika
Pada matrik lembaran putih itu
Aku merajut setiap sajak-sajak
Memintal segala syair
Menjadikannya suatu puisi indah
Hingga, aku menepi pada kesepian
Adinda
Engkau pun tau
Mengapa dan atas dasar apa
Segala sajak dan syair
Yang kurangkai menjadi rumpang
Terlalu rimpuh sekali
Kedai dipinggir sungai itu
Adinda, mampirlah
Disana kita bercerita
Tentang aku, kau dan sajak rumpangmu
Menjadikannya coretan sepi
Suguhan diksi pun tak nampak
Memilukan