Deflasi Bukan Krisis? Ekonom dan Pemerintah Beradu Argumen

Fenomena deflasi tahunan yang terjadi pada Februari 2025 terus menjadi sorotan. Sejumlah ekonom menilai bahwa deflasi ini mencerminkan melemahnya daya beli masyarakat, sementara pemerintah menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan indikator krisis.

Fenomena deflasi tahunan yang terjadi pada Februari 2025 terus menjadi sorotan. Sejumlah ekonom menilai bahwa deflasi ini mencerminkan melemahnya daya beli masyarakat, sementara pemerintah menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan indikator krisis.
Deflasi Bukan Krisis? Ekonom dan Pemerintah Beradu Argumen (Gambar ilustrasi; Sumber: harianbatakpos.com)
banner 120x600

Ia menjelaskan, deflasi terjadi akibat kebijakan pemerintah yang menurunkan harga barang-barang yang diatur, seperti diskon tarif listrik, pajak tiket pesawat, dan tarif tol pada awal tahun.

“Jika deflasi ini terjadi karena turunnya administered prices, itu bukan krisis. Pemerintah memang mendesain harga-harga tertentu agar turun,” tegas Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN.

Terkait industri, Sri Mulyani menyoroti bahwa meskipun terdapat laporan kebangkrutan di sektor tekstil dan produk tekstil (TPT), industri ini masih mencatat pertumbuhan positif sebesar 4,3% pada 2024, meningkat dari 2% pada tahun sebelumnya.

Industri alas kaki juga menunjukkan pertumbuhan signifikan, mencapai 6,8% pada 2024 dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang minus 0,3%. Bahkan, ekspor alas kaki Indonesia tumbuh hingga 17% pada awal 2025, dikutip oleh teranasu.com (26/03/2025) dari cnbcindonesia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *