Ia menjelaskan, deflasi terjadi akibat kebijakan pemerintah yang menurunkan harga barang-barang yang diatur, seperti diskon tarif listrik, pajak tiket pesawat, dan tarif tol pada awal tahun.
“Jika deflasi ini terjadi karena turunnya administered prices, itu bukan krisis. Pemerintah memang mendesain harga-harga tertentu agar turun,” tegas Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN.
Terkait industri, Sri Mulyani menyoroti bahwa meskipun terdapat laporan kebangkrutan di sektor tekstil dan produk tekstil (TPT), industri ini masih mencatat pertumbuhan positif sebesar 4,3% pada 2024, meningkat dari 2% pada tahun sebelumnya.
Industri alas kaki juga menunjukkan pertumbuhan signifikan, mencapai 6,8% pada 2024 dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang minus 0,3%. Bahkan, ekspor alas kaki Indonesia tumbuh hingga 17% pada awal 2025, dikutip oleh teranasu.com (26/03/2025) dari cnbcindonesia.com