Indeks

Mempersiapkan Pemimpin Digital: Unika St. Paulus Ruteng Gelar Pelatihan Kader Synergoi

Foto: Istimewa (Sumber: Elvis Hadus)

Sesi berikutnya diisi oleh Romo Hans Jeharut, Sekretaris Eksekutif Komisi Kerasulan Awam KWI, yang membahas peran kaum awam dalam Gereja Katolik. Menurutnya, tanggung jawab membangun komunitas yang berbasis nilai-nilai Kristiani tidak hanya berada di tangan rohaniwan, tetapi juga melibatkan seluruh umat, terutama dalam ruang digital.

“Kita harus memastikan bahwa ajaran kasih Kristus tidak hanya diterapkan dalam lingkungan gereja, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di media sosial dan ruang digital,” tegasnya.

Ia mengajak para kader untuk aktif menyebarkan pesan-pesan positif dan menjadi pemimpin yang berkontribusi dalam berbagai aspek sosial, politik, dan ekonomi dengan tetap berpegang pada nilai-nilai iman.

Strategi Digital Leadership: Dari Literasi ke Aksi

Sesi pelatihan juga menghadirkan Bernarda Rurit, yang membahas strategi kepemimpinan digital di era post-truth. Dalam materinya, ia menekankan pentingnya literasi digital bagi pemimpin muda untuk menyaring informasi dan membangun komunikasi yang relevan serta berdampak.

“Pemimpin digital harus memiliki pemahaman yang kuat tentang strategi komunikasi dan narasi yang mampu memberikan pengaruh positif,” ungkapnya.

Dengan jumlah pengguna internet di Indonesia yang mencapai 212 juta pada awal 2025, Bernarda menekankan pentingnya pemimpin muda untuk memahami cara membangun kehadiran digital yang autentik. Ia juga memperkenalkan konsep Ikigai, yakni menemukan makna hidup sebagai fondasi kepemimpinan yang efektif dan berdaya guna.

Menyongsong Peran di Tengah Masyarakat

Salah satu peserta, Tanty Tarus, menyampaikan bahwa pelatihan ini telah memberikan pemahaman baru dan meningkatkan kepercayaan dirinya dalam berinteraksi di dunia digital.

Exit mobile version