“Saya merasa lebih percaya diri dalam menghadapi dunia digital setelah mengikuti pelatihan ini. Banyak ilmu baru yang bisa langsung diterapkan, terutama dalam cara menyampaikan pesan yang benar dan bermakna di media sosial,” katanya.
Tanty menambahkan bahwa pelatihan ini menjadi fondasi penting sebelum para kader terjun langsung ke tengah masyarakat. Ia berharap program serupa dapat terus diadakan agar semakin banyak mahasiswa yang mendapatkan pemahaman yang sama.
“Kami berharap ke depan, program seperti ini bisa diperluas dan melibatkan lebih banyak mahasiswa, sehingga semakin banyak generasi muda yang siap menjadi pemimpin di era digital,” tutupnya.
Refleksi dan Harapan Ke Depan
Pelatihan ini ditutup dengan sesi presentasi storytelling dari peserta serta refleksi bersama. Panitia berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi para kader dalam menjalankan peran mereka di masyarakat, terutama dalam menghadapi dinamika dunia digital.
Sebagai bagian dari komitmen dalam pengembangan kepemimpinan muda, Synergoi St. Paulus Ruteng akan terus melanjutkan program pembinaan dan pendampingan bagi angkatan kedua yang akan dikukuhkan pada 16 Maret 2025.
Dengan semangat kerasulan awam yang kuat, para kader diharapkan tidak hanya menjadi pemimpin yang berpengaruh, tetapi juga agen perubahan yang membawa kebaikan dan transformasi sosial di tengah masyarakat.
Penulis Berita: Selvianus Hadun
Editor: TERASNUSA.com