Opini  

Ketika Gelora Harap Terkapar di Dunia Nyata

Ketika Gelora Harap Terkapar di Dunia Nyata
banner 120x600

Narasi-narasi liar di sejumlah beranda dunia maya dan komentar pedas dari sejumlah nitizen, tidak selaras dengan pedih yang menyiksa di ulu hati si Pace. Pun Gadis Pupung yang menghilang seketika bukan berarti merayakan kemenangan atas skenarionya.

Kita mesti belajar bahwa dunia maya punya babak sandiwaranya. Dan kita mesti pandai mengatur alur skenario masing-masing. Tak selamanya si gadis Pupung salah. Karena hingga detik ini tak nongol di dunia maya untuk nyatakan apa yang sewajarnya.

Selamat berjuang Pace. Cinta memang menyakitkan ketika kita menaruhnya pada orang yang salah. Peristiwa yang Pace alami, tentunya, ada pembelajaran. Suatu saat cinta sejati akan mendatangi Pace.
Pace..meski raga kita sempat berjabat tangan, saya mendoakanmu. Sahabatku kuatkan hatimu. (*)

Penulis pegiat literasi, penggemar sastra.

catatan: Isi diluar tanggungjawab redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *