Antologi Puisi Cinta yang Abadi: Sebuah Janji dalam Kata dan Waktu, oleh Feliks Hatam

Antologi Puisi Cinta yang Abadi: Sebuah Janji dalam Kata dan Waktu,

Ilustrasi menulis puisi ( Foto:koransulindo.com/Freepik)
banner 120x600

Kau dalam Setiap Detik

Kau adalah detak di jantungku,
Mengalun lembut dalam aliran nadiku.
Senyummu fajar yang menyapa,
Menyalakan cahaya di tiap gelapku.

Saat kau menatap, dunia berhenti,
Luruh semua lara dan sunyi.
Dalam genggaman tanganmu,
Ada rumah yang tak terganti.

Malam dan Namamu

Pada malam yang merindu,
Bintang pun menyebut namamu.
Angin membisikkan suaramu,
Melebur dalam desir rinduku.

Kau adalah nyanyian semesta,
Yang kudengar di setiap hening.
Bersamamu, tiada kata sirna,
Hanya ada cinta yang abadi.

Di Antara Rinduku

Jarak hanyalah bayang semu,
Sebab rinduku lebih nyata.
Kau hadir dalam tiap doaku,
Menari di kelopak mata.

Setiap helaan napas ini,
Adalah bisikan cinta untukmu.
Jadilah detik dalam waktuku,
Agar selamanya ku memiliki dirimu.

Cinta yang Berbisik

Saat rembulan menatap sendu,
Aku melihat dirimu di sana.
Menyapa malam dengan rindu,
Menebar kasih dalam cahaya.

Jika cinta adalah bisikan,
Maka namamu lagu terindah.
Berulang kali kudendangkan,
Dalam hati yang mencintai selamanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *