Saat ditanya apakah perintah Prabowo ini terkait dengan pernyataan blunder pejabat pemerintah, Sudaryono membantah hal tersebut. Sebelumnya, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, menuai kontroversi setelah meminta Tempo memasak paket teror berisi kepala babi, yang kemudian mendapat kecaman publik.
Lebih lanjut, Sudaryono menekankan bahwa pemerintah terus berupaya menghadirkan program yang berpihak pada rakyat. Salah satu contohnya adalah Tunjangan Hari Raya (THR) untuk pengemudi ojek online (ojol).
“Selama bertahun-tahun, baru kali ini ada bonus hari raya yang diupayakan pemerintah untuk ojol. Meskipun yang memberikan adalah perusahaan, tetapi ada kehendak dan dorongan dari pemerintah. Itu seharusnya diapresiasi,” pungkasnya. (Sumber: Kompas.com, 24/03/2025)