Pada 2001-2002, ia menjadi bagian dari tim Norwich yang mencapai final play-off Divisi Satu. Setelah beberapa musim bermain di Norwich, ia meninggalkan klub pada 2005 dan sempat bergabung dengan beberapa klub lain seperti Cardiff City dan King’s Lynn FC sebelum akhirnya pensiun pada 2008.
Memilih Hidup Membiara
Setahun setelah pensiun, Mulryne memutuskan untuk menjalani kehidupan religius. Pada usia 31 tahun, ia mulai menempuh pendidikan untuk menjadi imam Katolik.
Ia mendapat panggilan untuk menjadi imam dari Uskup Noël Treanor dan masuk ke Seminari Saint Malachy, Belfast. Setelah belajar filsafat di Universitas Queen Belfast dan Institut Maryvale, ia melanjutkan studi teologi di Universitas Kepausan Gregorian, Roma.
Pada 2012, setelah merasakan panggilan hidup religius yang lebih mendalam, Mulryne masuk novisiat Ordo Dominikan di St. Mary’s Priory, Cork. Pada 11 September 2016, ia mengikrarkan kaulnya sebagai biarawan Dominikan di St Saviour’s Priory, Dublin.
Akhirnya, pada 8 Juli 2017, Mulryne menerima tahbisan imamat dari Uskup Agung Joseph Augustine Di Noia di St Saviour’s Priory. Misa pertamanya ia pimpin pada 10 Juli 2017 di Gereja St Oliver Plunkett, Belfast. Pada 2019, ia ditugaskan di Gereja St Mary’s Priory, Pope’s Quay, Cork, sebagai master novis.
Kisah hidup Patrick Mulryne adalah bukti bahwa panggilan hidup bisa datang dari mana saja, bahkan dari dunia sepak bola profesional. Dari gemerlap lapangan hijau, ia kini memilih jalan menuju altar suci.