Untuk mengatasi fenomena ๐๐ข๐ ๐ข, kita bisa menerapkan konsep ๐๐ผ๐ ๐ผ๐ณ ๐ ๐ถ๐๐๐ถ๐ป๐ด ๐ข๐๐ (๐๐ข๐ ๐ข).
๐๐ข๐ ๐ข berarti menikmati momen-momen tanpa merasa tertekan untuk selalu terhubung atau mengikuti segala sesuatu, sehingga Anda dapat lebih fokus pada kesejahteraan diri sendiri.
Berikut beberapa langkah praktis untuk mengadopsi JOMO dalam kehidupan sehari-hari:
๐๐ช๐ง๐๐ฃ๐๐ ๐๐๐ฅ๐๐ง๐๐ฃ ๐๐๐ ๐ฃ๐ค๐ก๐ค๐๐
Tentukan waktu-waktu tertentu dalam sehari untuk tidak menggunakan perangkat elektronik atau media sosial.
Misalnya, matikan notifikasi saat makan atau sebelum tidur, sehingga Anda dapat lebih hadir dan menikmati momen tersebut tanpa gangguan digital.
๐ฝ๐๐ก๐๐๐๐ง ๐๐๐ฃ๐๐๐ฉ๐๐ ๐๐ฃ “๐๐๐๐๐ โ
Jangan ragu untuk menolak ajakan atau aktivitas yang tidak sesuai dengan keinginan atau kebutuhan Anda. Menghargai waktu dan energi pribadi adalah langkah penting dalam memprioritaskan kesejahteraan diri.
๐๐๐ข๐ช๐ ๐๐ฃ ๐๐๐ฃ ๐๐๐ข๐๐๐ฃ๐๐ ๐๐ฃ ๐๐ค๐๐
Luangkan waktu untuk mengeksplorasi minat atau hobi yang memberikan kepuasan dan kebahagiaan. Dengan begitu, Anda dapat mengisi waktu luang dengan aktivitas yang bermakna tanpa merasa kehilangan sesuatu dari dunia luar.
๐๐๐ข๐๐๐ก๐ ๐๐ ๐ฝ๐ช๐ ๐ช
Kembali ke Buku adalah sebuah gerakan yang saya galakkan bersama mahasiswa saya di UNIKA St. Paulus Ruteng.
Dalam gerakkan ini, saya dengan mahasiswa bersepakat untuk selalu membawa buku setiap kali kuliah dengan saya.
Kami menyediakan waktu sekitar 30 menit untuk membaca buku dan 10 menit untuk berbagi isi buku tersebut. Selama kegiatan membaca, hp-hp para mahasiswa dikumpulkan di satu tempat sehingga notifikasi dari hp tidak akan mengganggu aktifitas dan konsentrasi membaca.
Di samping itu saya juga bersama mahasiswa membangun komunitas buku, klub buku ๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐ ๐๐๐๐๐๐ง. ๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐ ๐๐๐๐๐๐ง adalah komunitas mahasiswa yang memiliki hobi yang sama untuk membaca buku. Setiap minggu kami mengadakan book talk dan membahas buku-buku yang kami baca.
๐๐ฒ๐๐ถ๐บ๐ฝ๐๐น๐ฎ๐ป
Media sosial bisa membantu atau merusak otak kita, tergantung bagaimana cara kita menggunakannya. Jadi, mari gunakan media sosial dengan bijak, konsumsi konten yang lebih bermakna, dan tetap jaga kesehatan mental.
Nah, bagaimana dengan teman-teman sekalian, bagaimana cara Anda menjaga otak tetap sehat di era media sosial?
Silahkan bagi tips-tips anda di kolom komentar. Mari berbagi dan ikut mencerdaskan.
*Penulis adalah Dosen Unika Santu Paulus Ruteng