“Kami berjuang bersama orang tua siswa dan tokoh masyarakat untuk mendirikan ruang kelas darurat hingga akhirnya pada 2021, pemerintah provinsi membangun tiga ruang kelas untuk sekolah kami,” ujarnya.
Jemi juga menceritakan bagaimana ia berusaha melakukan lobi agar mendapatkan tambahan ruang kelas. Ia sempat menyampaikan kondisi sekolahnya kepada Bupati Agas Andreas, yang kemudian merespons dengan baik. Pada 2024, SMAN 8 Poco Ranaka akhirnya menerima bantuan Dana Alokasi Khusus dalam jumlah yang signifikan.
“Hari ini adalah momen bersejarah bagi kami. Tanpa bantuan dari Bupati Manggarai Timur, mungkin semua ini tidak akan terwujud,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Ia pun mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan hingga SMAN 8 kini memiliki gedung sekolah, kantor, UKS, serta ruang guru yang layak.
“Peresmian ini menjadi tonggak baru bagi SMAN 8 Poco Ranaka dalam meningkatkan mutu pendidikan dan mencetak generasi muda yang siap menghadapi masa depan” pungkasnya.