Tuhan Mendekati Orang Berdosa yang Menolaknya
Home
Keagamaan
Liturgi Katolik
Renungan Harian Katolik, 4 Februari 2026: Tuhan Mendekati Orang Berdosa yang Menolaknya
Renungan Harian Katolik, 4 Februari 2026: Tuhan Mendekati Orang Berdosa yang Menolaknya
Bacaan hari ini berbicara tentang manusia yang menolak Tuhan. Tetapi Tuhan tetap mendekati manusia sambil memberi pelajaran kepadanya. Bukan supaya manusia mati. Tetapi sebuah pendidikan ilahi. Agar manusia sadar. Dan mau bertobat. Memilih jalan yang lebih baik ke depannya. SIMAK SELENGKAPNYA
Renungan Harian Katolik
Tuhan Mendekati Orang Berdosa yang Menolaknya
Tuhan Mendekati Orang Berdosa yang Menolaknya
(4 Februari 2026)
(Pekan IV, Masa Biasa Tahun A; Rabu, 4 Februari 2026; 2 Sam 24:2.9-17; Mzm 32:1-2.5.6.7; Mrk 6:1-6)
Oleh || Rm. Inosensius Sutam
//1//
Bacaan hari ini berbicara tentang manusia yang menolak Tuhan. Tetapi Tuhan tetap mendekati manusia sambil memberi pelajaran kepadanya. Bukan supaya manusia mati. Tetapi sebuah pendidikan ilahi. Agar manusia sadar. Dan mau bertobat. Memilih jalan yang lebih baik ke depannya.
//2//
Dalam bacaan pertama, Raja Daud mengakui kebodohannya karena telah berbuat salah dan dosa. Salah satu arti dosa adalah menolak Tuhan. Dosa Daud yang adalah seorang raja tentu mempengaruhi semua pejabat dan seluruh struktur dan semua sistem hidup bersama: politik, ekonomi, sosial, kultural dan religius. Akibatnya semua orang Israel terkena dampaknya: terkena penyakit sampar.
//3//
Dalam bacaan Injil, Yesus ditolak di tempat asalnya sendiri. Karena orang-orang di tempat asalnya mempunyai instrument dan cara pandang sendiri dalam menilai seorang yang diukur Tuhan. Sayang mereka menggunakan ukuran strata dan asal-usul sosio-kultural.
//4//
Yang perlu kita renungkan dari bacaan hari ini:
Pertama, mengapa akibat dosa Daud harus ditanggung oleh semua bangsa? Ini jelas tidak adil. Umat yang dipilih Allah adalah “satu tubuh”. Ketika kepalanya busuk maka seluruh tubuh juga ikut hancur. Di sini kita melihat betapa standar dan ukuran moral dan spiritual untuk seorang pemimpin haruslah tinggi dan menjadi panutan untuk semua orang.
//5//
Kedua, Yesus ditolak di kampungnya sendiri padahal ia baik. Seseorang yang dekat dengan kita, mungkin sedikit kelemahannya tetapi kita ketahui. Kalau kita iri dengannya maka kita menarasikan buruk tentangnya dan melipatgandakan keburukannya. Orang lain yang jauh dari kita mungkin tidak hebat dan penuh dengan kelemahan tetapi kita tidak tahu, dan dipuji setinggi langit. Salah satu alasannya untuk membuat kecil orang dekat kita yang kepadanya kita iri atau keluarganya. Inilah dosa sosial, moral, dan spiritual yang darinya kita bertobat.
Oleh: Rm. Inosensius Sutam
Read Also

Recommendation for You

TERASNUSA.com, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Katolik Indonesia (UNIKA) Santu Paulus Ruteng kembali…

PAGI itu, lonceng gereja berbunyi nyaring, menandakan perayaan Paskah baru saja dimulai. Rafael, seorang pemuda…

Oleh: Bernardus Tube Beding* HARI ini, Kamis 17 April 2025 Umat Kristiani kembali mengenang perjamuan…

MANGGARAI TIMUR, TERASNUSA.com-Perayaan Kamis Putih 2025 di Stasi St. Yosef Freinademetz Golo Tawa, Paroki St….







