“Pengakuan ini terutama merupakan pengakuan atas dedikasi Unika Santu Paulus Ruteng dalam dunia pendidikan tinggi dan pencerdasan publik di kawasan ini. Dukungan Dewan Pembina Yayasan, Ketua Yayasan, Rektor, jajaran struktural, para dosen, pegawai, mahasiswa, dan keluarga besar kampus sangat menentukan perjalanan ini,” tegasnya.
Ia juga menyebut peran Uskup Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat, yang secara konsisten memberi motivasi bagi pengembangan akademisi Katolik di lingkungan Unika.
Guru Besar dan Pelayanan Kegembalaan
Sebagai gembala umat, Uskup Maksimus menilai jabatan Profesor ini memperluas horizon pelayanan Gereja.
“Anugerah Guru Besar ini memperkuat tanggung jawab saya untuk memperlihatkan wajah Tuhan yang berpihak pada keberlanjutan kehidupan, keadilan sosial, dan kelestarian lingkungan hidup,” katanya.
Menurutnya, reproduksi pengetahuan harus berdampak nyata bagi masyarakat luas, tidak hanya bagi komunitas akademik.
Harapan bagi Pendidikan Tinggi di Kawasan Timur Indonesia
Mengakhiri pernyataannya, Uskup Maksimus menyampaikan harapan besar bagi masa depan pendidikan tinggi.
“Saya berharap masyarakat akademik di kawasan ini terus menghadirkan dampak konstruktif bagi kehidupan. Saya juga berharap Unika Santu Paulus Ruteng terus bertumbuh sebagai center of excellence yang relevan, dialogis, dan transformatif,” pungkasnya.
Penetapan jabatan Profesor bagi Uskup Dr. Maksimus Regus menegaskan bahwa iman, ilmu, dan kemanusiaan dapat berjalan seiring dalam membangun peradaban yang bermartabat dan berkeadilan.









