Mawar Cinta dalam Duri
Mengapa kau berduri?
Haruskah cinta pun menyisakan perih?
Namun walau berduri, tetap kausuguhkan keindahan.
Meski berkerikil, langkahku takkan surut mengejarmu.
Sebab dalam durimu, kutemui kelembutan,
Dalam kerikilmu, kutemui sinar matamu yang menawan.
Mawarku
Pesonamu mengundang mata menatap,
Memanggil hati untuk mendekap.
Namun, tak akan kubiarkan mereka merebutmu.
Hati ini berjanji,
Akan menjadi yang pertama mengucap,
“Aku mencintaimu, selamanya.”
Kaulah bunga yang kupilih, satu dalam taman hatiku.
Tatapan yang Menautkan Waktu
Tatapanku menemukanmu lebih cepat dari waktu.
Detak jantung melagukan nada yang baru.
Hatiku menari dalam kebahagiaan,
Karena sejak awal, aku telah memilihmu.
Nama yang Kutitipkan dalam Doa
Nama itu selalu ada dalam detak nadiku,
Menyulam makna dalam setiap rasa.
Menuliskan kisah tentang kesetiaan cinta.
Adalah nama yang kugenggam erat,
Di antara ribuan nama yang berlalu.
Nama yang kujaga tetap ada,
Dan kutitipkan dalam doa,
Agar selalu hadir dalam langkah-langkahku.
Tentang Nama Itu
Biarkan aku memohon satu hal:
Untuk menjadi satu,
Satu nama dalam pengembaraan hidup,
Mendayung perahu menuju mahligai cinta.
Cinta yang Tak Bertepi
Rasa ini tetap milikmu,
Cinta ini tercipta hanya untukmu.
Kata-kata ini selalu teruntukmu,
Harapan ini akan selalu bersamamu.
Kita terikat dalam satu kisah,
Dalam satu cinta yang mengabadikan kebersamaan.