Indeks

Scroll Tanpa Henti? Begini Cara Media Sosial Mengubah Otak Manusia

Penelitian yang dilakukan oleh Microsoft pada tahun 2015 mengungkapkan bahwa rata-rata rentang perhatian manusia telah menurun menjadi 8.5 detik, lebih pendek dibandingkan dengan ikan mas yang memiliki rentang perhatian sekitar 9 detik.

Gambar dari berbagai sumber (Digambungkan via canva/terasnusa.com)

Scroll Tanpa Henti? Begini Cara Media Sosial Mengubah Otak Manusia
oleh: Leonardur Par*

TERASNUSA.com-Pernahkah Anda merasa semakin mudah lupa, sulit berkonsentrasi, atau kecanduan scrolling, menggulir, media sosial tanpa henti?

Fenomena ini mungkin berkaitan dengan bagaimana media sosial memengaruhi fungsi kognitif kita.

Banyak tulisan dan penelitian menunjukkan bahwa paparan berlebihan terhadap konten singkat, konten receh (trivial content), dan notifikasi terus-menerus dapat menurunkan kemampuan fokus dan daya ingat (memory retention).

Mari kita eksplorasi lebih dalam mengenai dampak media sosial terhadap otak kita dan bagaimana cara mengatasinya.

๐Ÿญ. ๐—ž๐—ฒ๐—ฐ๐—ฎ๐—ป๐—ฑ๐˜‚๐—ฎ๐—ป ๐—ฆ๐—ฐ๐—ฟ๐—ผ๐—น๐—น๐—ถ๐—ป๐—ด ๐— ๐—ฒ๐—ฑ๐—ถ๐—ฎ ๐—ฆ๐—ผ๐˜€๐—ถ๐—ฎ๐—น

Setiap kali kita menerima like, komentar, atau notifikasi di media sosial, seperti ๐—™๐—ฎ๐—ฐ๐—ฒ๐—ฏ๐—ผ๐—ผ๐—ธ, ๐—ง๐—ถ๐—ธ๐—ง๐—ผ๐—ธ, ๐—œ๐—ป๐˜€๐˜๐—ฎ๐—ด๐—ฟ๐—ฎ๐—บ, dan lain sebagainya, otak kita melepaskan ๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช๐˜ฏ, yaitu neurotransmitter yang berperan dalam memberikan perasaan senang dan puas.

Dopamin merupakan salah satu senyawa kimia dalam otak kita yang mempengaruhi suasana hati.

Senyawa ini menyampaikan rangsangan ke seluruh tubuh sehingga kita melakukan sebuah tindakan.

Tindakan yang dirangsang oleh hormon dopamin ini akan membawa kebahagiaan.

Peningkatan kadar dopamin ini menciptakan sensasi menyenangkan yang mendorong kita untuk terus mengulangi perilaku tersebut, mirip dengan mekanisme yang terjadi pada kecanduan zat tertentu.

Akibatnya, kita cenderung kecanduan scrolling tanpa sadar, selalu mencari rangsangan instan dari media sosial.

Kebiasaan ini dapat menyebabkan penurunan rentang perhatian (attention span), membuat kita sulit fokus pada tugas yang memerlukan konsentrasi tinggi, seperti membaca buku, membaca artikel yang panjang, atau membaca postingan ini.

Untuk mengatasi hal ini, disarankan untuk mengatur waktu penggunaan media sosial dan menerapkan teknik โ€œdopamin detoxโ€.

Misalnya dengan mengambil waktu sehari tanpa mengakses media sosial atau membaca buku cetak (printed book) tanpa hp disamping, sehingga otak memiliki kesempatan untuk beristirahat dari rangsangan instan dan memulihkan kemampuannya dalam memproses informasi secara mendalam.

๐Ÿฎ. ๐—ฅ๐—ฒ๐—ป๐˜๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฃ๐—ฒ๐—ฟ๐—ต๐—ฎ๐˜๐—ถ๐—ฎ๐—ป ๐—ฃ๐—ฒ๐—ป๐—ฑ๐—ฒ๐—ธ

Rentang perhatian pendek (short attention span) merupakan fenomena kesulitan untuk fokus atau mempertahankan perhatian dalam waktu lama.

Penelitian yang dilakukan oleh Microsoft pada tahun 2015 mengungkapkan bahwa rata-rata rentang perhatian manusia telah menurun menjadi 8.5 detik, lebih pendek dibandingkan dengan ikan mas yang memiliki rentang perhatian sekitar 9 detik.

Bayangkan, ikan mas lebih perhatian bila dibandingkan manusia.

Disamping itu, penelitian yang dilakukan oleh tim UGM tahun 2024 tentang pengaruh TikTok terhadap rentang perhatian pelajar Indonesia ditemukan bahwa attention span yang pendek berdampak pada penurunan performa akademik siswa di sekolah.

Lebih lanjut, terhitung sejak tahun 2010-2024, performa akademik pelajar indonesia mengalami penurun skor.

Exit mobile version