Pemerintah Rancang Masa Studi SMK Jadi Empat Tahun, Siapkan Lulusan ke Dunia Kerja Internasional

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Kementerian Ketenagakerjaan serta Kementerian Perlindungan Pekerja Migran berencana menambah masa studi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di beberapa sekolah menjadi empat tahun

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti (Foto: KOMPAS.com/YOVIE GIVEN NATA WIDJAJA)
banner 120x600

Pemerintah juga menyadari bahwa belum semua SMK memiliki sarana praktik yang memadai. Oleh karena itu, kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan diharapkan dapat membuka akses bagi siswa SMK untuk berlatih di Balai Latihan Kerja (BLK) dan mendapatkan sertifikat kompetensi.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menambahkan bahwa program perpanjangan masa studi ini dapat dijalankan setelah siswa lulus. “Kami di Kementerian Ketenagakerjaan sedang merancang program pembekalan School to Work Transition yang terkait dengan IP digital,” jelasnya.

Ia menekankan pentingnya kesiapan lulusan SMK dalam menghadapi perkembangan industri agar mereka dapat beradaptasi dengan cepat. “Diharapkan nantinya mereka tidak kesulitan dalam melakukan upskilling ataupun reskilling ketika tuntutan industri berubah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *