Renungan Harian Katolik 5 Februari 2026: Perutusan dan Keberlanjutan Karya Keselamatan Allah 

Dua bacaan hari ini menggarisbawahi tentang perutusan dan keberlanjutan karya keselamatan Allah dalam sejarah dunia. Karya keselamatan Allah membutuhkan tangan manusia yang dipilih dan diutus.Baca Selengkap..

Renungan Katolik hari ini-bacaan katolik hari ini
Perutusan dan Keberlanjutan Karya Keselamatan Allah 
(Pekan IV, Masa Biasa Tahun A; Kamis, 5 Februari 2026; 1 Raj 2:1-4.10-12; Mzm 1 Taw 29:10.11ab.11d.12a.12bcd; Mrk 6:7-13)
(5 Februari 2026)
Oleh || Rm. Inosensius Sutam
/1/
Dua bacaan hari ini menggarisbawahi tentang perutusan dan keberlanjutan karya keselamatan Allah dalam sejarah dunia. Karya keselamatan Allah membutuhkan tangan manusia yang dipilih dan diutus.
/2/
 Daud dalam bacaan pertama merasa ziarah hidupnya akan berakhir. Hidupnya berakhir tetapi rencana Allah atas Israel harus tetap berlanjut. Karena itu ia memilih Salomo anaknya. Wejangannya jelas: taat kepada Tuhan, karena ia akan memerintah Israel atas nama Tuhan.
/3/
Dalam bacaan Injil,  kita melihat dimensi lain. Bukan lagi  relasi ayah dan anak seperti Daud dan Salomo. Tetapi relasi guru (Yesus) dan para murid. Mereka diutus berdua-dua. Yang mereka bawa hanya pesan dan karya Tuhan: orang harus bertobat, mengusir setan, dan menyembuhkan orang sakit. Artinya mereka sendiri harus bertobat lebih dahulu. Agar mereka dapat mengusir setan dan menyembuhkan orang sakit. Kekuatan pertobatan dalam diri, pengusiran setan dan penyembuhan orang sakit menyebabkan semua orang akan dekat dengan mereka dan memenuhi semua kebutuhan hidupnya. Karena itu para murid itu tidak boleh membawa apa-apa.
/4/
Yang perlu kita renungkan dari bacaan hari ini:
Pertama,   semua bentuk relasi manusia: orang tua-anak, guru-murid, atasan-bawahan, sahabat, dll, dan juga institusi yang menaungi mereka adalah instrumen untuk melaksanakan karya keselamatan Allah. Karya keselamatan itu dilakukan dalam banyak wujud yang dihidupi oleh setiap orang. Semua mewujudkan keselamatan Allah dengan tingkat, intensitas, dan bentuk yang berbeda-beda.
/5/
Kedua, taat pada kehendak Allah seperti pesan Daud kepada Salomo. Tidak membawa apa-apa seperti pesan Yesus kepada muridNya. Dua hal itu menunjukkan bahwa karya keselamatan menjadi jantung dari perutusan setiap orang. Bukan setelah memperoleh apa-apa baru kita menjadi utusan dalam karya keselamatan. Lakukan karya keselamatan, maka kita akan memperoleh apa-apa.
/6/
 Ketiga, karya keselamatan dalam hidup sehari-hari adalah diri Anda, pekerjaan, dan kehadiran Anda. Pikiran, perasaan, kehendak, dan pekerjaan ril Anda di bidang apa saja: rumah tangga, pendidikan, kesehatan, pertanian, birokrasi, dll. Karya kesalamatan dalam arti konkrit adalah apa yang Anda pikirkan dan apa yang Anda kerjakan sekecil apa pun untuk kebaikan orang lain, yang lebih besar dari diri Anda, keluarga Anda, dll.
Rm. Inosensius Sutam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *