Indeks

Makna Kata Rahi dalam Kebudayaan Manggarai, Flores, NTT

Makna Kata Rahi dalam Kebudayaan Manggarai, Flores, NTT
Makna Kata Rahi dalam Kebudayaan Manggarai, Flores, NTT

Makna Kata Rahi dalam Kebudayaan Manggarai, Flores, NTT
Oleh Rm. Inosensius Sutam

Apa arti “rahi” dalam tradisi Manggarai Timur? (Pertanyaan dari Romo FR).Makna kata rahi dalam tradisi Manggarai Timur kurang bisa dijelaskan.

Tergantung Manggarai Timur yang mana. Dalam budaya Manggarai secara umum, terutama Manggarai berbahasa toé (tidak), kata rahi sebenarnya mempunyai beberapa makna berikut ini.

1. Rahi bisa berarti mengucapkan doa atas hewan, khususnya ayam, jika persembahan ayam itu dibuat untuk sebuah perayaan lebih besar besoknya, atau pada waktu yang telah ditentukan (bdk. Verheijen, 1967, 524).

Hia ata rahin manuk wisi locé kélas (Dia yang mendoakan ayam persiapan untuk kenduri). Namun ada yang menggunakan istilah rahi untuk semua jenis doa atas hewan, dan tidak hanya terkait ritus persiapan. Pada umumnya istilah rahi dalam arti doa atas hewan persembahan kurang digunakan lagi sekarang.

2. Dalam arti kedua, kata rahi bisa berarti kata-kata sapaan kepada semua peserta yang hadir dalam sebuah ritus. Karena itu ada ungkapan téing rahi (memberikan sapaan), berarti memberi sapaan (wéwa) sebelum sebuah ritus dimulai kepada semua peserta yang hadir berdasarkan statusnya dalam ritus tersebut (ata ngara taé, asé-ka’é, anak wina, anak rona, dll.).

Exit mobile version